Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, serta Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, bersama para Bobato Kesultanan Tidore.
Mewakili Sultan Tidore, Jojau Kesultanan Ishak Naser menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Duta Besar Austria beserta rombongan. Ia berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam bidang kebudayaan dan hubungan antarbangsa.
“Kami mewakili Sultan Tidore dan seluruh perangkat Kesultanan mengucapkan selamat datang kepada Duta Besar Austria untuk Indonesia dan rombongan. Harapan kami, kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama, pertukaran kebudayaan, maupun bentuk kolaborasi lain yang membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Ishak.
Ia juga berharap kunjungan ke Kadato Kie Kesultanan Tidore dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah dan kebudayaan Tidore bagi siapa pun yang berkunjung.
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, turut menyambut positif kunjungan kehormatan tersebut. Ia menilai kunjungan Duta Besar Austria merupakan momentum awal untuk menjalin kerja sama strategis, khususnya di bidang pendidikan dan pariwisata.
“Kunjungan ini merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah dengan Kedutaan Besar Austria, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan potensi pariwisata, serta memperkuat sistem pendidikan di Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Ismail.
Sementara itu, Duta Besar Austria untuk Indonesia, Thomas Loidl, mengaku senang dapat berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan yang memiliki nilai sejarah besar dalam perjalanan Indonesia.
“Ada banyak alasan mengapa saya ingin datang ke Tidore. Saya ingin mengeksplorasi sejarah Tidore dan melihat peluang kerja sama apa yang dapat kita lakukan bersama,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Tidore didasari oleh tiga alasan utama, yakni sosial, politik, dan budaya. Dari sisi sejarah, Thomas menyebutkan adanya keterkaitan historis antara Austria dengan Tidore dan Ternate, yang bermula pada tahun 1621 ketika seorang warga Austria tinggal di wilayah tersebut selama kurang lebih tujuh tahun dan menulis catatan perjalanan.
“Catatan perjalanan tersebut saat ini sedang kami terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dicetak menjadi sebuah buku, yang nantinya akan kami serahkan,” jelasnya.
Berdasarkan fakta sejarah tersebut, Thomas meyakini bahwa hubungan antara Austria dan Tidore telah terjalin sejak masa lampau. Selain aspek sejarah dan budaya, ia juga berharap dapat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam peningkatan sumber daya manusia, khususnya melalui program pelatihan dan pendidikan berbasis studi kasus (case and training).
Usai melakukan kunjungan di Kedaton Kesultanan Tidore, Duta Besar Austria beserta rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, di antaranya Benteng Torre di Kelurahan Soasio dan bekas Kediaman Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba. (Red)







