Rakor Inflasi 2026, Pemkot Tidore Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali
Cari Berita

SATU

iklan tambah

IKLAN DUA

Advertisement

Rakor Inflasi 2026, Pemkot Tidore Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

Cyber News 86
Senin, 02 Maret 2026


CN86.ID, TIDORE- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program 3 Juta serta sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal, Selasa (3/3/2026). Rapat yang digelar secara daring tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir.


Rakor yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting itu berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan. Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam, Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kota Tidore Kepulauan Umar Syarif, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Samsul Bahri Ace, serta pimpinan OPD terkait yang tergabung dalam TPID Kota Tidore Kepulauan.


Dalam arahannya, Tomsi Tohir mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Ia meminta daerah memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, dan produsen guna memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman serta harga terkendali.


Usai mengikuti rakor, Abdul Hakim Adjam menegaskan kepada TPID Kota Tidore Kepulauan untuk terus melakukan pemantauan perkembangan harga, khususnya selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Ia meminta pengawasan dilakukan secara intensif guna mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.


Menurut Abdul Hakim, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi setempat, harga sejumlah komoditas di Kota Tidore Kepulauan masih relatif stabil. Bahkan, harga cabai rawit dilaporkan mengalami penurunan.


Pemerintah daerah berharap stabilitas harga dapat terus terjaga, bahkan mengalami penurunan, sehingga masyarakat dapat menyambut dan merayakan Idulfitri dengan kondisi ekonomi yang lebih baik. (Red)