DPRD Pastikan MBG di Tidore Aman dan Lancar, Infrastruktur Dapur Jadi Catatan
Cari Berita

SATU

iklan tambah

IKLAN DUA

Advertisement

DPRD Pastikan MBG di Tidore Aman dan Lancar, Infrastruktur Dapur Jadi Catatan

Cyber News 86
Selasa, 10 Februari 2026

 


TIDORE, CN86.ID- Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di delapan kecamatan berjalan lancar. Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPRD, Sarmin Mustari, usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi dapur di masing-masing wilayah.


“Sejauh ini pelaksanaan berjalan dengan baik. Kami telah melakukan cross-check melalui peninjauan langsung ke lapangan, khususnya ke dapur-dapur di tiap kecamatan,” ujar Sarmin, Selasa (10/2/2026).


Meski demikian, Sarmin mengungkapkan masih terdapat dua kecamatan yang dapurnya dalam tahap rehabilitasi, yakni Kecamatan Oba dengan lokasi di Desa Bale serta Kecamatan Oba Selatan di Desa Wama.


Untuk Kecamatan Oba Tengah, dapur direncanakan berlokasi di Loleo dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan. Sementara di Kecamatan Oba Utara, dapur yang berada di Kelurahan Guraping telah beroperasi dengan distribusi yang dinilai optimal.


Di wilayah Pulau Tidore, Sarmin menjelaskan, dapur untuk Kecamatan Tidore Selatan berlokasi di SPN, sedangkan Kecamatan Tidore Utara direncanakan berada di Kelurahan Ome. Saat ini, distribusi makanan masih difokuskan ke Kelurahan Kalodi, meskipun dihadapkan pada kendala jarak dan keterbatasan kendaraan.


“Karena kendala rentang kendali dan akses kendaraan, kami menyarankan agar disiapkan dapur alternatif di tingkat kelurahan agar distribusi lebih efisien dan tepat waktu,” tegasnya.


Lebih lanjut, Sarmin menyebutkan penerapan pola dapur induk dan dapur penunjang juga dilakukan di wilayah Oba. Selain dapur induk di Desa Bale, disiapkan dapur penunjang di Kususinopa. Hal serupa juga dirancang di Oba Selatan, dengan dapur utama di Desa Wama dan rencana dapur penunjang di sekitar Desa Lifofa atau Desa Tagalaya.


Berdasarkan hasil peninjauan ke dapur dan sekolah, Komisi I memastikan ketersediaan bahan baku relatif aman. Selama empat hingga lima bulan pelaksanaan program, sebagian besar bahan pangan berasal dari wilayah Tidore Kepulauan.


“Untuk saat ini, yang masih didatangkan dari luar daerah hanya ayam dan telur, karena ketersediaan peternak lokal belum mencukupi. Sementara bahan lainnya sudah dipenuhi dari dalam daerah,” jelasnya.


Terkait penerima manfaat, Sarmin menambahkan, pihaknya belum menemukan adanya keluhan dari sekolah maupun siswa.


“Hasil pemantauan kami menunjukkan siswa dan sekolah justru merasa terbantu dengan program MBG. Hingga saat ini belum ada keluhan yang kami terima,” pungkasnya. (Lee)