Bukan Sekadar Turnamen, KNPI Tidore Bangun Fondasi Sepak Bola Usia Dini
Cari Berita

SATU

iklan tambah

IKLAN DUA

Advertisement

Bukan Sekadar Turnamen, KNPI Tidore Bangun Fondasi Sepak Bola Usia Dini

Cyber News 86
Minggu, 25 Januari 2026

 


TIDORE, CN86.ID- Festival KNPI Kota Tidore Kepulauan bertajuk Junior Football Tournament 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari di Lapangan Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan ini diikuti hampir 600 siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara.


Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan terarah.


Menurut Mansyur, keterlibatan ratusan pesepak bola muda dari kelompok usia 9 hingga 12 tahun menjadi bukti besarnya potensi sepak bola di Maluku Utara. Oleh karena itu, KNPI hadir sebagai fasilitator dengan membuka ruang kolaborasi antara Sekolah Sepak Bola dan para pelatih yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan di lapangan.


“Jumlah peserta yang hampir mencapai 600 anak ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini memiliki basis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dibina secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya melalui turnamen sesaat,” ujar Mansyur.


Ia menjelaskan, Festival KNPI Junior Football Tournament 2026 dirancang sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran bersama, baik bagi pemain muda maupun pelatih, guna memperkuat dasar teknik bermain, menanamkan nilai sportivitas, serta membentuk karakter sejak usia dini.


Lebih lanjut, Mansyur menekankan bahwa pembinaan pesepak bola usia dini tidak boleh semata-mata berorientasi pada prestasi di lapangan. Anak-anak juga harus didorong untuk tetap berprestasi secara akademik melalui pendidikan formal.


“Selain prestasi di bidang olahraga melalui kompetisi sepak bola, anak-anak juga dituntut untuk berprestasi secara akademik. Sepak bola harus berjalan seiring dengan pendidikan,” tegasnya.


Pada penutupan kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang di masing-masing kelompok usia. Pada kelompok usia U-9, juara pertama diraih SSB Santika, disusul SSB Gamalama di posisi kedua, SSB Nuku Jr sebagai juara ketiga, dan Asty Malut Akademik di peringkat keempat.


Untuk kelompok usia U-10, Asty Malut Akademik tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SSB Mayoma, diikuti SSB Milanisti Junior Merah di peringkat ketiga, serta Tunas Gamalama Biru di posisi keempat.


Sementara itu, pada kelompok usia U-11, SSB Cendrawasih keluar sebagai juara pertama, disusul SSB Babullah di posisi kedua, SSB PPA Leleoto sebagai juara ketiga, dan SSB Tugumuda di peringkat keempat.


Adapun pada kelompok usia U-12, juara pertama diraih SSB IM Putih, diikuti SSB Nuku Jr sebagai juara kedua, SSB Poram di posisi ketiga, dan SSB Olimpic di peringkat keempat.


Mansyur kembali menegaskan bahwa hasil pertandingan bukanlah tujuan utama dari festival ini. Yang terpenting, kata dia, adalah proses pembinaan, pengalaman bertanding, serta keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan bagi para pesepak bola usia dini.


“Turnamen ini merupakan investasi jangka panjang. KNPI ingin memastikan anak-anak tumbuh tidak hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga sebagai generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya. (Lee)