TIDORE, CN86.ID- Sikap protes yang disampaikan delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Kota Tidore Kepulauan terhadap Fraksi PDI-P DPRD Kota Tidore Kepulauan mendapat tanggapan dari Ketua Fraksi PDI-P, Hamga Basinu.
Sebelumnya, delapan PAC tersebut menyampaikan mosi tidak percaya melalui surat resmi yang diterima Sekretaris DPC PDI-P Kota Tidore Kepulauan, Wahyudi Wahid.
Menanggapi hal itu, Hamga Basinu menilai apa yang disampaikan PAC merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam sebuah organisasi politik.
“Penyampaian aspirasi dari akar rumput itu hal yang wajar. Tinggal bagaimana kita menyikapinya secara profesional,” kata Hamga.
Menurutnya, sikap PAC tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Fraksi PDI-P. Ia menduga aksi protes tersebut muncul akibat adanya miskomunikasi antara fraksi dan struktur partai di tingkat bawah.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Bisa jadi ada miskomunikasi, sehingga memunculkan aksi protes seperti ini,” ujarnya.
Politisi yang akrab disapa Gapo itu mengakui bahwa Fraksi PDI-P sebelumnya melakukan kekeliruan, khususnya terkait agenda reses yang tidak melibatkan unsur PAC.
“Sebagai Ketua Fraksi PDI-P, saya menilai gejolak seperti ini wajar. Kami kemarin memang ada sedikit kekeliruan, terutama agenda reses fraksi yang belum melibatkan PAC,” ungkapnya.
Ke depan, kata Hamga, Fraksi PDI-P akan menindaklanjuti tuntutan PAC agar setiap kegiatan reses anggota DPRD dari PDI-P melibatkan PAC di wilayah masing-masing.
“Teman-teman PAC menginginkan agar dalam setiap reses mereka dilibatkan. Ini akan menjadi bahan evaluasi internal fraksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah rapat internal DPRD, Fraksi PDI-P akan menggelar pertemuan bersama PAC dan DPC PDI-P untuk membahas dan mencari akar persoalan secara menyeluruh.
Terkait adanya tuntutan PAC yang meminta Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, dicopot dari jabatannya, Hamga mengaku baru mengetahui informasi tersebut.
“Mudah-mudahan dalam rapat evaluasi nanti kita bisa mengetahui penyebab munculnya desakan PAC yang meminta Ketua DPRD diganti,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kama, enggan memberikan komentar terkait polemik tersebut.
“Ketua fraksi sudah memberikan keterangan. Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat antara fraksi dan PAC PDI-P,” katanya singkat. (Al)






