Dari Forum Global ke Jalan Buntu: Tidore Menanti Realisasi Kerja Sama Spanyol
Cari Berita

SATU

iklan tambah

IKLAN DUA

Advertisement

Dari Forum Global ke Jalan Buntu: Tidore Menanti Realisasi Kerja Sama Spanyol

Cyber News 86
Rabu, 04 Februari 2026

 

TIDORE,CN86.ID– Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendesak Kedutaan Besar (Kedubes) Spanyol untuk segera menindaklanjuti komitmen kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan yang telah disepakati kedua pihak.


Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mengaku kecewa atas belum adanya perkembangan signifikan dari pihak Kedubes Spanyol terkait rencana kerja sama tersebut. Padahal, hubungan kemitraan antara Pemerintah Kota Tidore dan Spanyol telah dirintis sejak pertemuan Global Network of Magellan Cities (GNMC) yang digelar di Tidore pada 17 Juli 2019.


Daud menjelaskan, pada tahun 2025 Disbudpar Kota Tidore kembali menerima undangan dari Duta Besar Spanyol untuk membahas tindak lanjut kerja sama. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Francisco de Asis Aguilera Aranda, di Jakarta.


Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Tidore telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung kerja sama, termasuk usulan pengembangan situs sejarah peninggalan Spanyol di Tidore, seperti Benteng Tahula dan Benteng Tore yang berada di Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore.


Namun demikian, hingga kini belum terdapat realisasi konkret dari rencana kerja sama tersebut. “Pertemuan strategis di kediaman Duta Besar Spanyol juga dihadiri perwakilan perbankan Spanyol serta anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN),” ujar Daud saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).


Daud menegaskan, Pemerintah Kota Tidore telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kerja sama tersebut. Hal itu dibuktikan dengan upaya pemerintah daerah menjaga dan merawat situs sejarah peninggalan Spanyol secara mandiri.


“Kami telah menyiapkan lahan dengan status clear and clean. Situs-situs benteng peninggalan Spanyol terus kami pelihara hingga saat ini sebagai bukti keseriusan Pemerintah Kota Tidore dalam menjalin kerja sama dengan Spanyol,” tegasnya.


Menurutnya, belum terealisasinya kerja sama tersebut berpotensi menghambat peluang investasi dan pengembangan sektor pariwisata yang dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Spanyol melalui narasi sejarah jalur rempah.

Karena itu, Pemerintah Kota Tidore berharap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dapat mendorong Kedubes Spanyol agar lebih serius menindaklanjuti komitmen kerja sama tersebut. Daud menyebut, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Disbudpar, Kedubes Spanyol telah dua kali berkunjung ke Tidore, namun belum menghasilkan realisasi program kerja sama.


“Realisasi kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan dalam aksi nyata pembangunan daerah. Kami berharap Kementerian Luar Negeri dapat turun tangan untuk mendorong keseriusan Kedubes Spanyol dalam membangun kerja sama antara Tidore dan Spanyol,” pungkasnya. (Lee)