TIDORE, CN86.ID- DPRD Kota Tidore Kepulauan melalui Komisi II berencana memanggil Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) bersama instansi terkait guna membahas kesiapan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan.
Ketua Komisi II DPRD Tidore, Abdurrahman Arsyad, mengatakan pemanggilan dilakukan sebelum pihaknya turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan.
“Kami akan meminta Perindagkop memaparkan langkah yang telah disiapkan, terutama terkait pengendalian harga agar tidak melampaui ketentuan,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan akan difokuskan pada komoditas strategis seperti beras, minyak kelapa, dan telur yang kerap mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan. DPRD berharap tidak ada pelanggaran harga di pasar, kios, maupun toko.
Komisi II juga berencana mengundang instansi terkait lainnya untuk memastikan pengawasan distribusi dan penjualan berjalan optimal, terutama di titik-titik rawan permainan harga.
Abdurrahman menambahkan, pihaknya sebelumnya sempat menelusuri dugaan peredaran beras oplosan. Namun, hasil pengecekan di delapan kecamatan tidak menemukan beras oplosan sesuai daftar yang diterima.
“Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan beras oplosan sebagaimana yang dilaporkan,” katanya.
Selain itu, DPRD mendorong pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman guna mengantisipasi lonjakan harga. Ia menegaskan, keterbatasan stok berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.
Karena itu, Komisi II meminta Perindagkop memiliki data konsumsi masyarakat yang akurat sebagai dasar perencanaan, sehingga kebutuhan bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi. (Lee)






