Ketika Edukasi Didahulukan, Operasi Keselamatan di Tidore Menuai Apresiasi
Cari Berita

SATU

iklan tambah

IKLAN DUA

Advertisement

Ketika Edukasi Didahulukan, Operasi Keselamatan di Tidore Menuai Apresiasi

Cyber News 86
Kamis, 05 Februari 2026

Suratmin Idrus, Ketua Komunitas Wartawan Kota Tidore Kepulauan

TIDORE, CN86.ID- Pagi itu, suasana di jalur utama Kecamatan Tidore Utara tampak berbeda. Di tengah pelaksanaan Operasi Keselamatan Kieraha Tahun 2026, sapaan ramah dan senyum para petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tidore Kepulauan menyapa setiap pengendara yang melintas. Pendekatan humanis inilah yang kemudian menuai apresiasi dari Ketua Komunitas Wartawan Kota Tidore Kepulauan (KWATAK), Suratmin Idrus.


Bagi Suratmin, cara Satlantas menjalankan operasi kali ini terasa lebih dekat dengan masyarakat. Tidak sekadar menegakkan aturan, para petugas hadir dengan sikap santun, komunikatif, dan penuh empati. Menurutnya, pendekatan tersebut sangat edukatif dan sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan lalu lintas yang ramah, proaktif, dan solutif.


“Petugas polisi lalu lintas adalah wajah pertama kepolisian yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Dari situlah kepercayaan dibangun. Sikap ramah dan santun menjadi simbol kedekatan polisi dengan masyarakat dalam menanamkan kesadaran berlalu lintas,” ujar Suratmin.


Ia menilai, pendekatan humanis yang ditunjukkan para personel Satlantas membuat masyarakat merasa dihargai. Dengan suasana yang cair dan komunikatif, pesan tentang pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama pun lebih mudah diterima.


Suratmin juga menyinggung kepemimpinan Kapolresta Tidore Kepulauan Kombes Pol Ampi Mesias Van Bulow yang menekankan pentingnya edukasi dalam setiap pelayanan kepolisian. Di bawah arahan tersebut, jajaran Polresta didorong untuk mengedepankan langkah preemtif dan preventif, bukan semata tindakan represif.



Semangat itu, menurut Suratmin, wajib diterjemahkan secara nyata oleh personel Satlantas di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, setiap bentuk pelanggaran dapat diselesaikan melalui pendekatan persuasif tanpa harus mengedepankan tindakan keras.


“Karakter masyarakat memang berbeda-beda. Tapi kalau yang melayani rendah hati, biasanya yang dilayani akan lebih terbuka dan kooperatif,” katanya.


Apresiasi juga diberikan Suratmin terhadap sinergi lintas instansi dalam operasi tersebut. Satlantas Polresta Tidore Kepulauan menggandeng Dinas Perhubungan, Samsat Tidore, serta unsur TNI dalam kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Camat Tidore Utara.


Ia mengaku menyaksikan langsung suasana operasi yang berlangsung tertib dan bersahabat. Saat melintasi jalur operasi menggunakan mobil angkutan umum, Suratmin melihat bagaimana petugas memberhentikan kendaraan dengan sopan, menyapa sopir, hingga memeriksa kelengkapan administrasi tanpa nada mengintimidasi.


“Cara petugas menyapa dan berkomunikasi itu sederhana, tapi bermakna. Itu tanda bahwa arahan Kapolresta benar-benar diterjemahkan di lapangan,” pungkasnya. (Lee)